RAMADHAN BAHAGIA
“ RAMADHAN BAHAGIA KEMBALI KE MASJID “
Bismillahhi Rahmanir Rahhim
Assallammu Allaikum Wr. Wb
Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.
Tiba saatnya kita semua kembali ke masjid .
Tema Ramadhan 1441 H / 2020 M di Masjid Nur Alam Nur “ Ramadhan Bahagia Kembali ke masjid “ memang perlu menjadi tema khusus di Ramadhan tahun ini karena sebenarnya tanpa kita sadari kita telah benar- benar meninggalkan dan menjauhi masjid.
Tekad kita menjadikan masjid sebagai tempat penyelesaian beragam permasalahan umat saat ini akan sulit terwujud bila kita semua tidak mempunyai tekad yang sama untuk menjadikan Masjid sebagai tempat kita melakukan aktivitas terbaik kita. Kami sangat berharap bahwa dimulai Ramadhan tahun ini kita bertekad kembali ke masjid . Masjid yang akan melakukan perubahan - perubahan kearah kebaikan untuk umat akan terjadi bila kita satukan tekad dan padukan semangat untuk bergerak bersama kembali ke masjid.
Inilah saatnya kita kembali, menghidupkan masjid dengan beragam kegiatan, membuat kegiatan Majelis Ilmu berupa kajian rutin tematis , terutama kajian tafsir Quran, dan Sunnah , bedah buku islam , diskusi - diskusi keumatan sosial, politik, ekonomi dan budaya dan tekhnologi. Sehingga ilmu di dalamnya bisa semakin hidup dan bisa di praktekkan dalam kehidupan keseharian. Mengaktifkan dan merutinkan kembali pertemuan seluruh anggota dan pengurus serta penasehat takmir masjid bersama dengan seluruh jamaah masjid. Bermusyawarah dan bermufakat untuk penyelesaian permasalahan-permasalahan umat sehinggga dapat teratasi dan terselesaikan dengan baik serta berusaha mencari titik temu perbedaan pandangan dan pendapat kepada satu jalan kebaikan kebenaran dan ketenangan dalam beribadah.
Aktif dalam berjamaah di masjid, adalah sebenar-benarnya berjamaah. Tempat kita saling mengingatkan, tempat kita saling bantu menyelesaikan persoalan, tempat kita merumuskan dan mengimplementasikan agenda-agenda perbaikan umat yang kita rencanakan dan akan kita kerjakan.
Dan Sebentar lagi bulan ramadhan datang, inilah saat yang tepat. Kembali ke masjid kita ramaikan, kembali ke masjid kita hidupkan. Merapatlah kepada sebenar-benar umat dimulai di masjid. Tidak membutuhkan waktu yang lama maka cahaya Islam ini kembali berjaya, agar umat ini tak terus menerus menjadi penonton kesuksesan dan keberhasilan orang lain, menjadi konsumen atas produk orang lain, agar umat ini tak terombang-ambing karena kita masing-masing sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, menyelamatkan diri sendiri , kami berharap umat ini semakin merasakan kesejahteraan, baik materi maupun ketenangan jiwa dan batin . Memang, semua ini berat diwujudkan, tapi perlu kebersamaan kita untuk bisa mewujudkan.
Apabila Masjid makmur maka masyarakatnya akan sejahtera !
Bulan Ramadhan yang begitu banyak keberkahannya ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kita untuk memperbaharui ikatan hati dengan masjid. Hal ini karena masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah saw. Karena itu, pada saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Nabawi. Setiap amal yang baik pasti ada nilai keutamaan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Keutamaan yang sedemikian besar memotivasi kaum muslimin untuk selalu melaksanakan kebaikan itu, begitu pula bila kita memakmurkan masjid sehingga menjadi penting untuk kita pahami nilai-nilai keutamaannya.
Umat Islam sepatutnya kembali membangun komunikasi vertikalnya dengan Allah di masjid. Di dalam masjid itulah, seorang Muslim membangun jembatan untuk mi'raj menuju Sang Khalik. Masjid dihidupkan dan dimakmurkan dengan lantunan doa-doa, zikir, dan tasbih kepada Tuhan semesta alam.
Allah Ta’ala berfirman:
{مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَالصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).
Ayat yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan memakmurkan masjid yang didirikan karena Allah Ta’ala, dalam semua bentuk pemakmuran masjid, bahkan perbuatan terpuji ini merupakan bukti benarnya iman dalam hati seorang hamba.
Demikian pula dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam Hijrah Ke Mekkah Dan Membangun Ka’bah.
Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk keluar bersama Hajar dan putranya ke Mekah, dan meninggalkannya di sana. Ini dengan tujuan, agar lembah yang diberkahi ini menjadi makmur dengan keberadaan mereka berdua. Nabi Ibrahim Alaihissalam bergegas menunaikan perintah Allah ini. Beliau Alaihissalam keluar membawa dua orang terkasihnya menuju ke Mekah, di mana tak ada air di sana, tanah pun gersang dan tandus serta sepi tak berpenghuni.
Nabi Ibrahim menempatkan keduanya di sana. Nabi Ibrahim pun meletakkan di dekat mereka sebuah kantung berisi kurma, dan wadah berisi air. Lalu Nabi Ibrahim membalikkan punggungnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Hajar mengikuti Nabi Ibrahim dan berkata, “Wahai Ibrahim! Kemana engkau hendak pergi meninggalkan kami di lembah yang tak berpenghuni dan tak ada apapun di sini?” Hajar mengucapkan kata-katanya berulang kali, namun Nabi Ibrahim tidak juga menolehnya. Akhirnya Hajar bertanya, “Apakah Allah SWT yang memerintahkan hal ini kepadamu?” Nabi Ibrahim menjawab, “Benar.” Hajar menimpali, “Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” kemudian Hajar kembali ke tempat semula.
Nabi Ibrahim Alaihissalam terus pergi, hingga ketika sudah berada di jalan pegunungan dan tidak terlihat lagi oleh Hajar dan putranya, Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya ke (tempat yang nanti akan didirikan-red) Baitullah, lalu beliau memanjatkan doa berikut dengan mengangkat kedua tangannya:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْيَشْكُرُونَ
Ya Rabb kami! sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, wahai Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.[ Ibrâhîm/ 14: 37]
Nabi Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkanku agar aku membangun Rumah-Nya di sini – beliau menunjuk ke tanah yang menonjol tinggi dibanding tanah sekitarnya-.” Ketika itulah mereka berdua meninggikan pondasi-pondasi dari Baitullah Rumah Allâh. Ismail yang membawa batu, sedangkan Nabi Ibrahim yang membangun dan memasangnya. Hingga ketika bangunan tersebut sudah tinggi (dan tangan Nabi Ibrahim sudah tidak sampai), Ismail pun datang membawakan batu ini (yang ada di maqam Nabi Ibrahim) dan Ismail meletakkannya untuk Nabi Ibrahim. Dan Nabi Ibrahim pun berdiri di atas batu tersebut, dan Nabi Ibrahim membangun sedangkan Ismail mengambilkan batu. Dan mereka berdua berdoa:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al-Baqarah/ 2: 127]
Nabi dan Rasulullah Muhammada SAW mendirikan masjid quba dan masjid nabawi, Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS mendirikan kabah Masjidil haram , semuanya terjaga hingga saat ini dan saksikanlah bagaimana makmur dan sejahtera sentosa masyarakatnya hingga saat ini berkelimpahan dan berkecupan rejeki nya.
Saat ini kita di minta oleh Allah SWT untuk
Memakmurkan masjid nur alam nur , olehnya mari kita sambut dengan penuh semangat kembali ke masjid kembali memakmurkan masjid . Setelah itu kita berdoa semua memohon pertolongan kepada Allah SWT membalas amal jariyah dan mengganti apa yang telah di infaqkan dan disedekahkan dengan balasan yang berlipat ganda, senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, dan semua hajat kita di kabulkan oleh Allah SWT. Amien ya Rabbal A'alamien .
Saya sangat yakin bila kita umat benar- benar kembali ke Masjid maka akan banyak keberkahan turun dari Allah SWT kepada seluruh Jamaah Masjid Nur Alam Nur. Aamiin YRA
Subhaana kallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa
ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan
Makassar 7 Februari 2020
Ketua Takmir Masjid Nur Alam Nur
H. Syahrul Halim



Komentar
Posting Komentar